Minggu, 08 Oktober 2017

ASAL MUASAL BENTENG AMSTERDAM AMBON


Sobat Blogger.......
Menurut cerita dari Bang Laukaki sebelum menjadi benteng, tempat ini adalah loji milik Portugis untuk menyimpan rempah rempaH ( Cengkih dan Pala ).  Benteng ini sangat berarti bagi Portugis karena pada masa itu, Teluk Ambon merupakan jalur keluar-masuk kapal-kapal dagang di Maluku. Daerah ini dijadikan Portugis sebagai pusat perdagangan rempah-rempah dan basis pertahanan dalam menghadapi serangan kapal asing. 
Padan 1512 tabangunan utama dari benteng Amsterdam pertama kali dibangun oleh Portugis yang dipimpin oleh Fransisco Serrao. Seiring berjalannya waktu, masyarakat Maluku merasa dirugikan oleh keserakahan Portugis dalam memperoleh keuntungan atas rempah-rempah di Nusantara. 






Akhirnya hingga akhir abad ke-16 rakyat Maluku melakukan perlawanan terhadap Portugis. Situasi ini dimanfaatkan oleh Belanda untuk memenangkan hati masyarakat Maluku dan menjejakkan riwayatnya di tanah Maluku. Setelah Belanda datang dan menguasai Pulau Ambon  pada tahun 1605, mereka mengalahkan Portugis dan mengambil alih loji Portugis tersebut. Mereka mengubahnya menjadi kubu pertahanan yang dilakukan oleh Gubernur Belanda Jean Ottenspada tahun 1637. 









Hal ini juga didukung dengan terbentuknya Verenigde Oostindische Compagnie (VOC) Perubahan fungsi loji dilakukan karena saat itu sedang terjadi pertempuran antara Belanda dengan Kerajaan Tanah Hitu atau Kerajaan Kerajaan Hitu Pertempuran tersebut terjadi pada tahun dan 1633-1654 dari Kerajaan Hitu dipimpin oleh Kapitan Kakialy.




Konstruksi Benteng Amsterdam seperti sebuah rumah, sehingga oleh bangsa Belanda menyebutnya Blok Huis. Bangunan benteng terdiri dari tiga lantai dan menara pengintai di puncak atap. 





Lantai satu berbata merah dan lantai dua dan lantai tiga berkayu. Di lantai bawah ada penjara dan mesiu. Di setiap sisi bangunan terdapat jendela. Di depan benteng terdapat prasasti dengan lambang Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Prasasti itu bertuliskan: BENTENG AMSTERDAM. Mulai Dibangun Oleh: Gerrard Demmer pada tahun 1642
Benteng Amsterdam termasuk benteng yang terpelihara di Maluku yang memiliki museum kecil sebagai tempat penyimpanan barang-barang peninggalan masa lalu. Lantai satu, dua dan tiga digunakan sebagai tempat tinggal tentara Belanda. Lantai satu digunakan sebagai tempat tidur para serdadu, lantai dua untuk tempat pertemuan para perwira dan lantai tiga digunakan untuk pos pemantau. Atap benteng ini berwarna merah dan tidak asli lagi. Benteng Amsterdam berada di samping lautan yang menghadap ke pulau Seram. 

Benteng ini ditinggalkan oleh Belanda dalam keadaan rusak dan telah ditumbuhi sebatang pohon Beringin besar pada awal tahun 1900. Dari awal bulan Juli tahun 1991 hingga bulan Maret tahun 1994Departemen Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kantor Wilayah Provinsi Maluku) melakukan pemugaran atas Benteng Amsterdam. Di benteng Amsterdam terdapat perlengkapan perang dan barang pecah belah yang berusia ratusan tahun.




































Tidak ada komentar:

Posting Komentar

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...